Minggu, 09 Januari 2011

sulawesi barat provinsi sejuta pesona

POTENSI WISATA BUDAYA SULAWESI BARAT
SEBUAH ANALISIS PENJELAJAHAN AWAL

1.PENDAHULUAN
   Sulawesi barat adalah provonsi hasil pemekaran sulawesi selatan.Provinsi ini dibentuk pada 5 oktober 2004 ibukotanya adalah MAMUJU.Luas wilayahnya sekitar
16,796.19 km2.Suku-suku yang ada di provinsi ini adalah Suku mandar,suku toraja,suku bugis,suku makassar.   Pada masa penjajahan, wilayah Provinsi Sulawesi Barat adalah bagian dari 7 wilayah pemerintahan yang dikenal dengan namaAfdeling Mandar yang meliputi empat onder afdeling, yaitu:
1.           Onder Afdeling Majene beribukota Majene;
2.           Onder Afdeling Mamuju beribukota Mamuju;
3.           Onder Afdeling Polewali beribukota Polewali;
4.           Onder Afdeling Mamasa beribukota Mamasa.
Onder Afdeling Majene, Mamuju dan Polewali yang terletak di sepanjang garis pantai barat pulau Sulawesi mencakup 7 wilayah kerajaan (Kesatuan Hukum Adat) yang dikenal dengan nama Pitu Baqbana Binanga (Tujuh Kerajaan di Muara Sungai) yang meliputi:
1.     Balanipa di Onder Afdeling Polewali(dipimpin oleh Ambo Caca Daeng Magasing);
2.     Binuang di Onder Afdeling Polewali;
3.     Sendana di Onder Afdeling Majene;
4.     Banggae/Majene di Onder Afdeling Majene;
5.     Pamboang di Onder Afdeling Majene;
6.     Mamuju di Onder Afdeling Mamuju;
7.     Tappalang di Onder Afdeling Mamuju.
Provinsi ini terdiri dari 5 kabupaten : yaitu kabupaten majane, mamasa, mamuju,mamuju utara, kabupaten polewali mandar.Sulawesi barat dipimpin oleh 5 gubernur yang pernah memimpin.Di sulawesi barat terdapaty 6 bahasa yang digunakan yaitu : Mandar,toraja,bugis,makassar,jawa dan bali.
2.SITUS-SITUS SEJARAH
    2.a SITUS EKSITU
Provinsi sulawesi barat menurut sejarah memiliki 14 kerajaan.Dibuktikan dengan adanya artefak luar yang ditemukan.14 kerajaan tersebut adalah : Balanipa,banggae, Pamboang, Sendana, Tappalang, Mamuju, Binuang, Rante Bulahan, Aralie, Mambi, Tabulahan, Matangga, Bambang dan Tabang.Di sulawesi barat juga memiliki peninggalan rumah adat di kota mamuju.Saat ini rumah adat tersebut sebagai simbol khasanah sulawesi barat.Dan saat ini tidak digunakan sebagaimana mestinya.Di dalam rumah adat ini tersimpan benda-benda kerajaan mamuju yang saat ini masih asli.Benda-benda ini berupa alat-alat perang saat kerajaan mamuju memimpin.
2.b SITUS INSITU
Pantai Dato adalah salah satu obyek wisata alam yang sangat menarik di Majene Sulawesi Barat , selain itu ditemukan juga obyek wisata alam lainnya seperti  Puncak Salabose, Pantai Barane, Air terjun Malle, Pantai Baluno, Pantai Pacitan, Air Terjun Limboro, Pasir Putih Bonde bonde, Permandian Air Panas Makula serta Obyek wisata sejarah Makam Raja-raja Banggae.
Pantai Dato IndotimnetPantai Dato, Majene terbagi 2 bahagian yaitu pantai yang berpasir putih dan pantai beralaskan karang. Karang yang menjorok kelaut atau karang yang berlubang karena hantaran ombak menambah keunikan dan keindahan pantai dato, Meniti pinggiran tebing menuju puncak karang merupakan suatu tantangan yang sangat mengasikan. dari puncak karang kira2 ketinggian 20 Mtr, melongok kebawah sampai penembus permukaan air laut yang sangat jernih untuk melihat ikan yang bermain diantara terumbu karang. Pada senja hari tampak matahari kembali ke peraduannya di balik bukit nun jauh. Sangat indah, tapi sayang , lokasi ini nampaknya belum menjadi perhatian dari pemerintah setempat (2009).
Menuju kelokasi ini menggunakan kendaraan darat pribadi atau carteran , kira 15 menit dari kota Majene. Jalannya cukup mulus, menyisir hutan kecil dan kebun para penduduk. Sampai di tempat parkiran menuju pantai harus menuruni tebing setinggi 30 meter melalui anak tangga batu.
Pasir Putih Bonde-bonde
Permandian Air Panas Makula
 di Kecamatan Sendana
Permandian Air Panas dengan lokasi yang sangat nyaman karena berada dibawah rindang pepohonanan, Selain itu airnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit dan menyegarkan badan
Air Terjun Limboro
Desa Tallu Banua Kecamatan Sendana yang memiliki panorama alam yang indah
Pantai Pacitan di Pangaliali Kecamatan Banggae, Wisata Bahari Pantai Pacitan sangat representatif untuk menikmati indahnya sunset dan aktivitas nelayan penangkap ikan,
Pantai Baluno di sedana Wisata Pantai lengkap dengan sarana penunjang seperti warung makan yang beroperasi selama 24 jam dan penginapan yang cukup representatif,
Air terjun Malle di Kelurahan Baruga Dhua Kecamatan Banggae Timur Air terjun dengan pemandangan yang indah, dengan udara yang sejuk dan bersih,
Puncak Salabose
Pantai Barane
 Pantai Pasir Putih dengan panjang pantai yang landai serta cukup nyaman untuk bersantai, berenang di laut maupun aktifitas lainnya
Makam Raja-raja Banggae,  Kompleks makam raja – raja banggae terletak di puncak bukit, selain melihat makam raja – raja di lokasi ini juga bisa menikmati pemandangan kota Majene dengan hamparan laut birunya.
Atraksi wisata seperti Lomba Perahu Sandeg, Upacara Adat Mandar, Tarian Etnis Mandar-Majene, Pelayaran Rakyat dan pembuatan minyak kelapa mandar di Kabupaten Majene Sulawesi Barat
Pantai Manakarra
Di Kota Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat, terdapat sebuah tempat untuk berwisata yang cukup ramai dikunjungi para wisatawan, yaitu kawasan Pantai Manakarra. Pantai ini merupakan bagian dari Teluk Mamuju, tempat Pelabuhan Batu berada yang menjadi sentra perhubungan di Kota Mamuju.
Bagi masyarakat setempat, Pantai Manakarra identik dengan tempat mangkal anak-anak muda. Namun, pada kenyataannya banyak juga orang dewasa yang datang berkunjung ke pantai untuk berekreasi. Biasanya, pantai ini mereka manfaatkan untuk tempat melepas lelah dengan menikmati indahnya pantai. Pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh pelancong mulai dari pukul 16.30—24.00 WITA.
Melihat animo yang tinggi dari para pengunjung ke pantai ini, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat berencana akan mengembangkan kawasan Pantai Manakarra sebagai salah satu obyek wisata andalan yang ada di provinsi tersebut. Pemda setempat akan melakukan reklamasi Pantai Manakarra dengan luas areal sekitar 12 hektar yang meliputi Pelabuhan Batu hingga kawasan pelelangan ikan di Mamuju. Di atas lahan yang akan direklamasi tersebut, rencananya akan dibangun beberapa fasilitas penunjang pariwisata, berupa pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan lain-lain. Pembangunan berbagai fasilitas ini untuk menarik minat para wisatawan berkunjung ke kawasan pantai tersebut. Diharapkan, dengan banyaknya wisatawan yang bertamasya ke Pantai Manakarra akan membangkitkan gairah pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat, khususnya di Kota Mamuju.




2.c KOTA TUA

Mamasa termasuk kota tua di sulawesi barat. Kabupaten Mamasa awalnya terdiri dari 4 kecamatan, yakni kecamatan Mamasa, Mambi, Sumarorong dan Pana, kemudian berkembang menjadi 10 kecamatan dan 123 kelurahan/desa. Jumlah penduduk Kabupaten Mamasa sebanyak 125.088 orang yang terdiri dari laki-laki 62.132 orang dan perempuan 62.956 orang.

Sektor Pertanian

Hasil pertanian Kabupaten Mamasa diantaranya padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sektor Perkebunan

Hasil perkebunan Kabupaten Mamasa pada umumnya berupa kopi maupun kakao, yang dikelola petani secara tradisional. Tanaman kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Mamasa, semasa masih menjadi bagian dari Kabupaten Polmas telah memberikan konstribusi dalam mengangkat nama Polmas sebagai penghasil kopi bahkan tidak sedikit kopi asal Mamasa yang di pasarkan di daerah tetangga seperti Kabupaten Tana Toraja.

Sektor Peternakan

Pembangunan sub sektor peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak untuk memenuhi konsumsi masyarakat akan makanan bergizi, disamping itu juga digunakan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Diantara populasi ternak yang berkembang di Kabupaten Mamasa adalah ternak sapi, kerbau, kuda, kambing dan babi. Sedangkan untuk jenis unggas adalah ayam kampung, ayam ras dan itik lokal.

Sektor Pariwisata

Kabupaten Mamasa memiliki beberapa objek wisata, yaitu Wisata Budaya Kuburan Tedong-tedong Minanga di Kecamatan Mamasa, Wisata Alam Air Terjun Sarambu dan Permandian Air Panas di desa Tadisi Kecamatan Sumarorong, Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa, Wisata Budaya Rumah Adat, Perkampungan Tradisional Desa Ballapeu, Tradisi Mebaba' dan Mangngaro di Nosu merupakan tradisi yang unik. 

KOTA polewali mandar

Sebelum dinamai Polewali Mandar, daerah ini bernama Kabupaten Polewali Mamasa disingkat Polmas yang secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah daerah ini dimekarkan dengan berdirinya Kabupaten Mamasa sebagai kabupaten tersendiri, maka nama Polewali Mamasa pun diganti menjadi Polewali Mandar. Nama Kabupaten ini resmi digunakan dalam proses administrasi pemerintahan sejak tanggal 1 Januari 2006 setelah ditetapkan dalam bentuk PP No. 74 Tahun 2005, tanggal 27 Desember2005 tentang perubahan nama Kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar.

Sementara Kesatuan Hukum Adat Pitu Ulunna Salu (Tujuh Kerajaan di Hulu Sungai) yang terletak di wilayah pegunungan berada di Onder Afdeling Mamasa yang meliputi:
1.     Tabulahan (Petoe Sakku);
2.     Aralle (Indo Kada Nene’);
3.     Mambi (Tomakaka);
4.     Bambang (Subuan Adat);
5.     Rantebulahan (Tometaken);
6.     Matangnga (Benteng);
7.     Tabang (Bumbunan Ada).

Kekhasan

Polewali Mandar memiliki sejumlah kekhasan, seperti kekayaan alam dan budaya. Kekayaan Polewali Mandar itu oleh penduduknya telah diolah sedemikian rupa dan menghasilkan berbagai hasil bumi dan karya-karya kebudayaan.

Flora

Alam Polewali Mandar sangat cocok untuk pembudidayaan beraneka ragam spesies anggrek, seperti Anggrek Vonda Mugil (Vonda cilebeca), Anggrek Jamrud (Dorn robium macokillum), Anggrek Kalajengking, Anggrek Tanah dan sebagainya.

Fauna

Kesuburan tanah Polewali Mandar sangat kondusif bagi berkembangnya berbagai jenis dan spesies fauna, seperti rusa, anoa (tokata), kerbau belang, monyet hutan dan berbagai jenis ]Sarung Sutera

Sarung sutera (lipaq saqbe) yang ditenun dengan alat tradisional banyak diproduksi oleh masyarakat di kecamatan pesisir, seperti Tinambung, Balanipa dan Campalagian.



2.D DESA TRADISONAL
Desa nosu adalh desa yang masih tradisonal di maamasa. Tradisi Mebaba' dan Mangngaro merupakan salah satu tradisi yang memiliki daya tarik tersendiri. Khusus tradisi Manggaro hanya ada di Nosu. Wilayah Nosu yang dikelilingi Perbukitan dan hutan lebat menciptakan suasana sejuk dan dingin. Nosu adalah "Malino-nya" Sulawesi Barat. Di pagi hari Nosu selalu diselimuti embun dan kemudian menghilang sekitar jam 9 pagi. Nosu terkenal sebagai penghasil Markisa dan alpukat.
Sumber mata pencarian utama masyarakat Nosu adalah kopi dan Padi.

3.SITUS-SITUS BUDAYA
3.a WARISAN BUDAYA
Sandeq merupakan sebutan untuk perahu layar tradisional khas masyarakat suku Mandar, Sulawesi Barat. Perahu ini memiliki panjang lambung sekitar 7 sampai 11 meter dan lebar 60 sampai 80 sentimeter, dan di samping kiri-kanannya dipasang cadik yang terbuat dari bambu sebagai penyeimbang. Dilihat secara sekilas, perahu ini terkesan rapuh dan mudah rusak ketika mengarungi ombak.Tetapi, di balik itu semua tersimpan kekuatan yang luar biasa. Tercatat pada masa lampau, perahu tersebut mampu berlayar mengarungi beberapa pulau di Nusantara bahkan mampu berlayar sampai ke Madagaskar. Menurut Horst H Liebner, peneliti sandeq asal Jerman, perahu sandeq merupakan perahu tradisional tercepat yang pernah ada di Austronesia. Selain itu, sandeq juga dikenal memiliki ketangguhan dalam menghadapi angin dan gelombang saat mengarungi laut lepas. Hal ini menunjukkan bahwa para pembuat sandeq tampaknya sangat cermat dalam merancang pembuatan perahu tersebut.
Budaya mencuri kucing.
Ada banyak keunikan yang dimiliki oleh Mamasa, salah satunya adalah adanya ada perilaku yang tidak dikategorikan melanggar norma dan etika sosial kemasyarkatan. Diantaranya adalah :

Mencuri Kucing

Bagi masyarakat Mamasa kucing adalah salah satu jenis binatang peliharaan yang sarat dengn makna. Berdasarkan mitos Mamasa bahwa kucing dapat memberi berkat bagi pemiliknya. Konon kucing katanya dalam doanya supaya tuannya diberkati sehingga dapat memiliki kerbau sehingga dengan demikian si kucing dapat minum susu kerbau tiap hari. Berbeda dengan anjing yang konon doanya supaya tuannya cepat meninggal sehingga dapat makan tulang kerbau sepuasnya.

Kucing juga bagi orang Mamasa tidak boleh dibunuh bahkan dimandikan sekalipun karena dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Sehingga bagi orang Mamasa kucing adalah sesuatu yang sangat istimewa. Tetapi uniknya binatang yang istimewa ini tidak boleh diperjualbelikan, keculi dengan sepotong jarum tangan sebagi alat transaksi.

Budaya polewali mandar

Sebagai salah satu pilar kebudayaan Mandar, kesenian mandar yang merupakan unsur kebudayaan yang biasa diselengarakan dalam kegiatan perkawinan (mappakaweng) atau khataman Al-Qur’an (mappatammaq). Kesenian itu antara lain Tari Pattuqduq, Pakkacaping (menggunakan kecapi), Parrawana (menggunakan rebana/tambur), Orkes Toriolo (kelompok kesenian atau band), Passayang-sayang (sastra lisan/berbalas syair), Kalindaqdaq (syair lisan/tertulis berisi petuah) dan Saeyang pattuqduq (kuda menari mengikuti irama).
Kesenian yang paling dinantikan adalah saeyang pattuqduq. Saeyang pattuqduq oleh masyarakat Mandar diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan khataman Al-Qur’an (mappatammaq), khitanan (massunnaq), maulid Nabi (mamunuq), perkawinan (tokaweng) atau memeriahkan acara syukuran.
Saeyang pattuqduq ditunggangi oleh gadis-gadis cantik dan diiringi dengan irama tabuhan rebana sambil berkeliling kampung. Sementara itu sekelompok orang saling berbalas pantun dalam bahasa Mandar di depan kuda menari tersebut.

Tradisi angkat rumah di polewali bandar
Warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih mempertahankan tradisi budaya angkat rumah secara bergotong royong. Angkat rumah yang beratnya puluhan ton, adalah budaya warisan yang hingga kini masih terjaga, meskipun percampuran budaya terjadi sejak lama.




3.b ARSITEKTUR TRADISONAL

Rumah adat mamuju di sulawesi barat yang sampai sekarang masih ada dan berdiri kokoh.Tetapi saat ini rumah adat ini sudah tidak layak dan perlu renovasi.

3.c SENI PERTUNJUKKAN
Tari Sayyo adalah tari tradisional yang biasa dibawakan oleh 6 sampai 8  gadis-gadis berwajah manis mengenakan pakaian tradisional dari tenun sekomandi,  dalam rangka penjemputan tamu-tamu kehormatan, diiringi gendang dan tabuhan, dengan gerakan gemulai dan senyum simpul para penarinya membuat yang menyaksikan terasa berada di tengah-tengah bidadari dari kayangan yang sedang turun mandi ketelaga di kaki bukit.
1291868465892238178
kain tenun sekomandi
Tenun Tradisional SekomandiKalumpang, terbuat dari kulit kayu dengan pewarna alami salah satunya cabe, kulit kayu lalu  di tumbuk kemudian diolah untuk  pintal,  sat pewarna juga berasal dari pewarna alami di racik kemudian di campurkan seseuai corak diinginkan,  dan  didominasi warna  hitam, coklat, merah dan kream, warna dasar adalah hitam. Keunikan tenunan dapat dilihat pola, warna dan strukutur kain yang dikerjakan dengan tangan dan di tenun dengan alat tradisional. Untuk memperoleh tenunan kwalitas utama yang harganya bisa sepuluh juta rupiah untuk 1 set pakaian adat dibutuhkan waktu bermingu-minggu hingga bulanan.

Tari Manganda mamasa
Tari "Manganda" atau tarian yang mengekspresikan rasa sukur setelah melakukan perang di Kabupaten Mamasa. pacara pemakaman merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal. Dalam agama aluk, hanya keluargabangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan berlangsung selama beberapa hari. Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas, selain sebagai tempat pelayat yang hadir, juga sebagai tempat lumbung padi, dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah.[23]
Upacara pemakaman ini kadang-kadang baru digelar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sejak kematian yang bersangkutan, dengan tujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman.[24] Suku Toraja percaya bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba tetapi merupakan sebuah proses yang bertahap menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Dalam masa penungguan itu, jenazahdibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Arwah orang mati dipercaya tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai, setelah itu arwah akan melakukan perjalanan ke Puya.
3.g LEGENDA/MITOLOGI

Misteri indo robo
Dalam keyakinan (mitos) orang Mamasa setelah seseorang meninggal dunia dia akan menghadap seorang tokoh yang disebut dengan indo' robo. Siapakah indo roboh itu sesungguhnya?

Sosok indo' robo sebenarnya tidak ada yang tahu persis asal usul bahkan jenis kelaminnya. Dalam kepercayaan nenek moyang kita indo' robo itu menunjuk kepada penguasa dunia orang mati.

Menurut kepercayaan nenek moyang orang Mamasa bahwa jikalau seseorang telah meninggal dunia maka dia akan menghadap indo'robo. Indo' robo inilah yang mengumpulkan harta yang "dibawa" saat meninggal. Itulah sebabnya orang Mamasa sangat antusias berkorban bagi orang meninggal misalnya memberikan pakaian, hewan (babi dan kerbau) kepada orang yang meinggal dunia karena jika orang yang telah meninggal itu menghadap indo' robo pakaian dan harta lainnya itu akan disimpan dan diberikan kepada sipemberi harta itu ketika diapun meninggal dunia dan menghadap indo' robo.

Apabila ada orang yang meninggal tetapi belum selesai uapacara kematiannya (belum dibaba') dia belum diizinkan masuk dalam lingkungan pemerintahan indo' robo. Dalam situasi inilah arwah orang yang telah meninggal itu dapat saja gentayangan bisa mengganggu orang yang masih hidup misalnya menakut-nakuti, menyebabkan sakit bahkan bisa memberi kutukan.
Mitos Seputar Kehamilan
Mitos tentang kehamilan ini memang biasa saja, tetapi kadang selalu menggangu setiap ibu hamil, mitos tersebut adalah Ibu hamil tidak boleh mandi malam, karena  bisa masuk angin, ibu hamil tidak boleh minum es karena bayinya akan besar, sehingga ibu akan mengalami kesulitan dalam melahirkan. Tentunya  mitos ini sangat menggangu seorang ibu hamil yang seharusnya selalu menjaga  kebersihan diri dan juga kesegaran dalam mengkonsumsi air  minum.
Mitos-mitos lainnya seputar kehamilan yang sangat mengganggu upaya petugas dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil  sebagai berikut :
§                       Pada kehamilan trimester pertama dilarang memberikan pisang kepada orang lain karena anak bisa cacat, masyarakat mencoba  menghubungkannya dengan anak yang lahir dengan cacat bibir sumbing, kepercayaan ini  karena diasumsikan saat memberikaan pisang seorang ibu harus melepas pisang dari “sisirnya” sehingga pisang tersebut  tidak lengkap lagi satu sisirnya atau terlihat ada yang copot.
§                       Dilarang makan daun kelor karena ketika melahirkan nantinya akan terasa lebih sakit. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan daun kelor yang dikonsumsi sangat terganggu tangkai-tangkai kecilnya.
§                       Dilarang makan kepiting karena pada saat melahirkan anak akan susah keluar, karena  biasanya jari kepiting mencengkram secara kuat
§                       Dilarang makan udang, alasannya udang berjalan mundur, sehingga kalau melahirkan anak susah keluar (mau keluar tapi kembali lagi ke dalam)
§                       Dilarang makan kelapa muda karena bayi  juga akan mati muda
§                       Dilarang makan ubi kayu karena air susunya bisa menyebabkan keracunan bagi bayi
§                       Dilarang makan pepaya dan nangka karena kedua buah ini tidak punya pantat sehingga anak bisa lahir tampa dubur
§                       Dilarang makan jantung pisang karena pertumbuhan anak bisa seperti jantung pisang, awal mekar tetapi setelah itu akan lepas satu persatu hingga akhirnya menjadi kecil
§                       Dilarang makan sarang lebah supaya anaknya tidak nakal seperti lebah.
Mitos Seputar Menyusui
Mitos seputar menyusui ini sangat klasik sekali dan sering juga ditemukan didaerah lainnya di Indonesia , mitos tersebut adalah
§                       Air Susu  Ibu (ASI) yang pertama kali keluar setelah persalinan  dianggap kotor sehingga tidak boleh diberikan kepada bayi. Merupakan tantangan terbesar dalam upaya pengembangan program sosialiasi inisiasi dini ASI
§                       Bila ibu menyusuai habis bepergian jauh dan mau menyusui bayinya, ibunya harus membuang ASI nya terlebih dahulu sampa habis karena dianggap telah basi, baru kemudian menyusui  bayinya, permasalahan terbesar adalah ibu telah menyia-yiakan kesempatan bayi dan ASI yang ada pada saat tersebut sementara bayi  ingin segera menyusui.
§                       Bila ibu menyusui menjadi hamil lagi saat dia masih menyusui  bayinya, maka ia harus menghentikan pemberian ASI karena kalau lanjut katanya akan mempengaruhi perkembangan janin, bukan anggapan itu saja tetapi juga ASI yang ada telah mengandung darah.
Mitos di polewali mandar sulawesi barat

Mitos Menjaga Kesehatan Bayi
Mitos ini sangat membudaya dan sering menimbulkan masalah yaitu
§                       Kebiasaan dalam perawatan tali pusat dengan menggunakan kopi yang ditabur, sebenar kebiasaan ini sudah muali menghilang tetapi ketika tali pusat bayi yang lukanya tidak pernah sembuh-sembuh, maka mitos inipun muncul ”coba berikan bubuk kopi”, tali pusat memang sembuh tetapi kadang menimbulkan masalah ketika kopi tersebut telah tercemar.
§                       Bayi sampai usia sekitar 3-6 bulan tidak boleh turun dari rumah karena  masyarakat menganggap bayi masih terlalu lemah dan akan cepat sakit kalau bertemu dengan orang lain dalam lingkungannya. Ungkapan yang sering muncul, ”Kenapa Bayi yang sehat harus disuntik, seharusnya orang yang disuntikkan adalah orang yang sakit” dan ketidak percayaan semakin muncul ketika pasca imunisasi bayi tersebut menderita demam.
Mitos Penyakit Menular
Ini adalah mitos tentang penyakit kusta yang masih sangat mempengaruhi upaya pemerintah dalam melakukan tindakan penanggulangan dan pemberantasan penyakit kusta, juga merupakan salah satu stigma sosial masyarakat Polewali Mandar  dalam menempatkan penderita kusta  ditengah-tengah lingkungan dimana penderita hidup secara sosial.
Mitos penyakit kusta ini adalah
§                       Penderita kusta dilarang makan makanan yang berdarah (dari hewan) karena biasanya  atau kulit penderita kusta akan  berwarna agak kemerahan
§                       Bila penderita kusta duduk dikursi,  orang disekitanya akan tertular penyakit tersebut , apalagi jikalau orang tersebut  duduk di kursi yang sama dan masih terasa hangat kursinya.
§                       Tidak boleh berhubungan badan saat istri sedang haid atau jikalau ada yang berhubungan badan dengan istri yang  sedang haid  maka yang bersangkutan akan menderita kustas  atau juga bisa menyebabkan anak yang lahir terkena penyakit kusta.
Mitos tentang makanan dan minuman
§                       Mie instan di anggap sebagi sayur mie, sebagian masyarakat  percaya bahwa makanan yang mengandung kua (air masakan) adalah sayur. Bisa dibayangkan konsumsi sayuran yang mengandung vitamin, mineral dan juga serat harus tergantikan dengan mie yang notabenenya unsur pokoknya hanya mengandung karbohidrat.
§                       Air yang tidak di masak lebih enak rasanya dibanding air masak, sehingga beberapa orang lebih suka minum air mentah. Sebagian masyarakat memang telah bisa melihat secara organoleptik tentang air yang bersih yaitu tidak berbau, berwarna dan tidak berasa serta berasa segar) namun ketika lingkungan yang kotor dan sumber-sumber air mulai tercemar, cara ini tidak mempan lagi, sehingga tidak mengherankan timbulnya kasus KLB Diare dan penyakit lainnya yang bersumber air.
§                       Mitos makan ikan bisa menyebabkan cacingan. Timbulnya kepercayaan ini karena  hampir sekitar 60 % anak-anak di Polewali Mandar menderita  Cacingan dan kemudian dihubungkan dengan ikan hasil tangkapan dari laut biasanya didarat ditempatkan pada tempat yang jorok dan identik dengan tempat-tempat hidup cacing.

3h WISATA ZIARAH

Ada satu buah objek wisata tambahan yang terletak dekat dengan Desa Balla Peu. Wilayah ini masih berada di Kecamatan Balla. Nama tempat ini adalah KatolikNama ini mungkin menjadi khas lantaran penduduk Mamasa secara garis besar menganut agama Kristen Protestan. Kekhasan tempat ini adalah adanya tempat ziarah umat Katolik berupa Gua Maria. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan negara, cukup mudah untuk dicapai.
Gua Maria umumnya adalah bangunan gua dengan Patung Bunda Maria di dalamnya. Umumnya, Umat Katolik berziarah ke gua ini untuk memanjatkan doa dan melakukan jalan salib. Gua Maria ada banyak sekali di dunia ini. Yang terkenal salah satunya di Lourdes, Perancis. Untuk skala lokal, ada Gua Maria Sendang Sono di Magelang dan Gua Maria Puh Sarang di Kediri. Gua Maria di Balla ini tampak baru saja dibangun dan belum terlalu siap dalam hal prasarana akses jalan. Di bagian paling bawah Katolik ini terdapat sejumlah asrama yang katanya digunakan oleh para biarawan dan biarawati. Nah, lokasi Gua Maria dan jalan salibnya berada di atas asrama-asrama tersebut. Sayang, akses jalan menuju Gua Maria Balla luar biasa parah. Apabila sebelumnya saya mengatakan akses jalan menuju Desa Balla Peu sudah sangat buruk, maka jalanan menuju Gua Maria Balla lebih buruk lagi. Kalau jalanan menuju Desa Balla Peu adalah tanah liat berbatu-batu, maka jalan akses menuju Gua Maria Balla adalah tanah liat berpasir yang amblas di beberapa bagian. Jelas, motor pun tidak bisa melewati area ini sama sekali.


3.j PETA


4 SEBUAH ANALISIS
Sulawesi barat yang merupakan hasil pemekaran sulawesi selatan memiliki potensi pariwisata yang menakjubkan.Bukan hanya dari segi wisata, tetapi juga dari budaya dan adat yang ada di sulawesi barat.Sulawesi barat menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa.Di era tahun ini wisatawan membutuhkan sesuatu yang berbeda.Budaya yang ada di daerah tersebut harus diangkat untuk menjadi kekuatan untuk menarik wisatawan lokal ataupun mancanegara.Kebutuhan dan keinginan wisatawan terhadap potensi daerah wisata harus dipenuhi.Dengan adanya kebudayaan yang dapat mengangkat pariwisata suatu neegara.Maka hal ini dapat dijadikan bisnis pariwisata baru.Kebudayaan yang ada juga menghasilkan alat-alat budaya yang dapat dijual.Untuk itu wisatawan memiliki rasa ingin memiliki terhadap hasil kebudayaan/kesenian yang ada.Dari segi harga dan juga keuntungan maka wisatawan ingin mendapatkan keuntungan terhadap perjalanan yang dilakukan.Melihat dari sisi harga juga maka wisatawan dapat memilih dan menggunakan wisata yang terjangkau..Saat ini banyak sekali kendala yang dihadapi sulawesi barat.Candi dan juga rumah adat yang ada telah rusak dan tidak layak untuk dikunjungi.akses transportasi menuju ke objek wisata juga masih memprihatinkan.Hal ini juga disebabkan karena sulawesi barat adalah provinsi yang tertinggal dari daerah lainya.

PENUTUP
Sulawesi barat adalah wilayah yang luas dan banyak pemandangan indah yang ada disana.Disana pun merupakan objek wisata pilihan baru bagi wisatawan,tidak hanya dari wisata alam tetapi juga wisata budaya,dan lain-lain yang ada disana.Sulawesi barat yang memang namanya tidak setenar BALI ataupun LOMBOK,tetapi disana tersimpan kekayaan yang menarik untuk dikunjungi.Meskipun daerah tertinggal dai yang lainya,tetapi ini dapat dijadikan bisnis baru bagi pariwisata.Dan dapat memajukan pariwisata indonesia serta memperkenalkan indonesia ke negara Internasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar