Kamis, 16 September 2010

TUGAS 1 # AUTOBIOGRAFI

Masuknya Kebudayaan Sunda Sejak Kecil

Saya yang bernama Raden Mutia Rachmattullah HP, terlahir pada tanggal 5 Juli 1992 di sebuah bidan yang hingga saat ini masih ada keberadaan nya. Saya yang sejak balita di panggil aden balita laki-laki dari H. Muchtar HP dan Alm. Tinny Hartinny adalah anak keempat dari lima bersaudara, nama Raden Mutia ada lah suatu nama kebanggaan di keluarga kami karena dari kaka pertama hingga adik saya menggunakan nama depan tersebut, nama Raden itu identik dengan suatu kerajaan atau orang yang mempunyai darah biru dan Mutia adalah nama kedua orang tua saya, yang ayah sayah berasal dari Purwakarta dan Alm. ibu saya berasal dari Garut, Jawa Barat. Di masa balita saya belum peka terhadap lingkungan akan tetapi saya mengingat betul di masa balita tersebut. Saya bukan asli orang Sunda karena Suku Sunda adalah orang-orang yang secara turun menurun menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari nya. tetapi saya mengetahui betul kebudayaan sunda itu sendiri. Indonesia di lilit dengan hutang sejak jaman orde lama pada masa kepemimpinan mantan Presiden RI bapak H. Muhammad Soeharto dan beliau juga tokoh kebanggaan saya yang mengutamakan aspek kesejahteraan rakyat, membangun kemajuan industri dan mengukir reputasi internasional.

Pada tahun 1998 saya menduduki bangku Sekolah Dasar Jatirahayu XI di Bekasi, saya sedikit menggerti pembangunan indonesia dari harga sembako murah sampai pergantian Presiden dan di Era 1998 terjadilah krismon (krisis moneter) dimana semuanya ricuh di berbagai tempat. Kesenian yang saya tonton pada waktu di bangku SD, Wayang Golek adalah boneka kayu yang dimainkan berdasarkan karakter tertentu dalam suatu cerita pewayangan. Dimainkan oleh seorang Dalang, yang menguasai berbagai karakter maupun suara tokoh yang dimainkan. Wayang golek sangat digemari oleh masyarakat Sunda khususnya. Lazimnya wayang golek dipergelarkan pada malam hari sampai dini hari.

Pada Tahun 2003 saya menduduki sekolah menengah pertama (SMP) Handayani 1 daerah Kranggan dan pada dua tahun berikutnya saya menghabiskan masa SMP saya di kawasan Halim Perdana Kusuma yaitu SMP Negeri 128 Jakarta Timur, cukup favorit dan di kenal semua bagian timur. Di bangku SMP kebudayaan Sunda mulai saya pelajari sistem kekerabatan orang Sunda yang diteruskan secara turun menurun dan oleh agama Islam. Karena agama Islam telah lama dipeluk oleh orang Sunda contoh kecil nya pernikahan di tanah sunda baik dilakukan secara adat maupun secara agama Islam, kedua unsur ini sangat erat bagi kebudayaan orang Sunda.

Pada tahun 2006, sudah cukup matang dalam berfikir saya menduduki sekolah menengah atas (SMA) 42 Jakarta Timur, Halim Perdana Kusuma. Kesenian yang saya ketahui, Tari Jaipong adalah pengembangan dan berakar dari Tarian Klasik "Ketuk Tilu". Sebagai tarian pergaulan, tari Jaipong telah berhasil dikembangkan oleh Seniman Sunda menjadi tarian yang memasyarakat dan sangat digemari oleh masyarakat Jawa Barat (khususnya), bahkan populer sampai di luar Jawa Barat dan Angklung adalah instrumen musik yang terbuat dari bambu, yang unik, enak didengar, menarik dan mudah untuk memainkannya. Selain dapat dimainkan untuk lagu instrumentalia, angklung juga dapat dipergunakan sebagai instrumen pengiring penyanyi. Sedikit bertahap dan mulai mempelajari sistem kemasyarakatan dan ekonomi orang Sunda. Kehidupan perekonomian orang Sunda di bagi menjadi 3 unit yaitu : Kota, Desa dan Daerah perkebunan.
Kota merupakan pusat sentral dimana peredaran uang yang relatif cepat dan volume yang cukup besar, kota yang tidak hanya mempunyai aspek ekonomi saja melainkan aspek politik, sosial dan budaya.
Daerah Perkebunan, tanah yang subur dan iklim yang baik menjadikan Jawa Barat salah satu daerah perkebunan yang terpenting di Indonesia, bercocok tanam di ladang masih dilakukan di Jawa Barat bagian barat daya.
Desa,sebagai suatu kesatuan administratif suatu desa mempunyai suatu sistem pemerintahan desa, yang mengurus rumah tangga desa. Di seluruh Jawa Barat sistem pemerintahan desa pada garis berasnya sama, hanya dalam hal sebutan bagi pejabat-pejabat nya yang berbeda.

Beranjak ingin menjadi intelektual, saya mengikuti tes PEMABA di suatu perguruan tinggi terkemuka di Jakarta Timur dengan pilihan 1. Komunikasi dan 2. Usaha Js Pariwisata, dan Tuhan mengabulkan permintaan hambanya dengan saya masuk di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun 2009 tingkat kemampuan berfikir mulai berkembang dan ingin membanggakan kedua orang tua dan negara. Buat saya kuliah itu tidak lebih dari menimba ilmu tetapi bagaimana cara kita untuk menyerap ilmu itu menjadi bagian dari diri kita, sehingga cita-cita terbesar saya pada dunia Usaha Js Pariwisata adalah, saya ingin menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi insan Pariwisata lain nya karena Pariwisata adalah usaha yang menjanjikan karena negara kita kaya dari segala nya hanya manusia nya saja yang tidak mau memanfaat kan isi dari kekayaan dari bangsa yang besar ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar